Makalah Manajemen dan Proses Produksi SMK N 1 Panca Jaya
MAKALAH
MANAJEMEN PROSES PRODUKSI

Di
Susun Oleh :
...................................................
SMK NEGERI 1
PANCA JAYA
KABUPATEN
MESUJI
TAHUN PELAJARAN
2017/2018
![]() |
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada tuhan
yang maha kuasa, karena berkat limpahan ranmat dan hidayah-Nya kepada kami
semua. Makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya yang diharapkan
makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Sekolahh yang berjudul Manajemen Proses Produksi
Dalam penulisan makalah ini pembuat menyadari masih
banyak kesalahan yang perlu di perbaiki besama, untuk itu kritik dan sarannya
perlu untuk disampaikan kepada kami. Agar penulisan makalah selanjutnya akan
lebih baik dan sekaligus sebagai upaya perbaikan dan penyempurnaan dimasa yang
akan datang. akhirnya kurang dan lebihnya kami ucapkan banyak terima kasih,
penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi penulis sendiri lebih-lebih kepada
seluruh pembaca pada umumnya.
Panca Jaya, November 2017
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judul................................................................................................... i
Kata
Pengantar................................................................................................. ii
Daftar
Isi............................................................................................................. iii
Bab
I Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Masalah........................................................................................................ 1
1.2. Rumusan
Masalah..................................................................................................................... 2
1.3. Tujuan
Penulisan....................................................................................................................... 2
Bab
II Pembahasan
2.1. Manajemen
Produksi............................................................................................................... 3
2.2. Strategi
Manufaktur, dan Manajemen Produksi.................................................... 5
2.3. Menentukan
Letak Lokasi Bisnis..................................................................................... 8
2.4. Menempatkan
Fasilitas Pabrik.......................................................................................... 13
2.5. Manajemen
Operasi Dan Lingkungan........................................................................... 14
2.6. Pembuatan
Keputusan Dalam Produksi..................................................................... 16
2.7. Alasan
Perusahhaaan Menjadi Global.......................................................................... 17
Bab
III Penutup
3.1. Kesimpulan.................................................................................................................................... 19
3.2. Saran.................................................................................................................................................. 19
Daftar
Pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Perusahaan dalam
menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun
barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu
perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk
yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari
keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk
yangberkualitas, dan yang
diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan
terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari
faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran
merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan
pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang
dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan
kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang
ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan
salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat
sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk
bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau
tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang
dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik,
hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Manajemen operasi
(MO) mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W
Taylor mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang produksi
dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung produktivitas,
menggunakan fungsi manajemen untuk menemukan dan menggunakan aturan dan
prosedur dalam operasi system produksi.
Ruang lingkup Manajemen
Operasi mencakup tiga aspek utama yaitu:
a.
Perencanaan Sistem Produksi.
Perencanaan Sistem Produksi ini meliputi Perencanaan Produk, Perencanaan Lokasi
Pabrik, Perencanaan Layout Pabrik, Perencanaan Lingkungan Kerja, Perencanaan
Standar Produksi.
b.
Sistem Pengendalian Produksi. Meliputi
pengendalian proses produksi, bahan, tenaga kerja, biaya, kualitas dan
pemeliharaan.
c. Sistem Informasi Produksi. Aspek ini meliputi struktur
organisasi, Produksi atas dasar pesanan, Mass Production. Ketiga aspek dan
komponen-komponennya tersebut agar dapat berjalan dengan baik perlu planning,
organizing, directing, coordinating, controlling (Management Process).
1.2. Rumusan Masalah
a. Apa pengertian Manajemen Produksi, Perkembangan, Proses dan Ruang
Lingkup Manajemen Produksi ?
b.
Apa maksud Strategi, Manufaktur dari
Manajemen Produksi ?
c.
Bagaimana Menentukan Letak dan Lokasi
Bisnis ?
d.
Bagaimana Menempatkan Fasilitas Pabrik
?
e.
Apa Pengertian Manajemen Operasi dan
Lingkungannya ?
f.
Bagaimana Pembuatan Keputusan Dalam
Produksi/Operasi ?
g.
Apa Alasan Perusahaan Menjadi Global ?
1.3. Tujuan Penulisan
Tujuan utama
pembuatan makalah ini untuk memenuhi nilai mata kuliah Bisnis Internasional.
Selanjutnya untuk memaparkan pengertian produksi dan manajemen produksi,
menjelaskan bagaimana proses produksi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Manajemen Produksi
Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi
manajemen yang penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi
yang buruk dapat juga berakibat pada rendahnya mutu produk atau jasa yang di
hasilkan, peran manajemen produksi terasa sangat semakin penting bagi
kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi yang buruk mengakinatkan
pemborosan dalam bentuk menumpuknya persediaan.
2.1.1. Pengertian
manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:
a. Adanya orang yang lebih dari satu
b. Adanya tujuan yang ingin dicapai
c. Orang yang bertanggungjawab terhadap
pencapaian tujuan tersebut
2.1.2. Perkembangan
Manajemen Produksi
Ilmu manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya
manusia menghuni bumi ini. Banyak catatan membuktikan bahwa manajemen sudah di
terapkan sejak jaman kuno. Penafsiran tulisan kuno di Mesir yang di perkirakan
di tulis tahun 1300 sebelum masehi menunjukan bahwa organisasi dan administrasi
negara telah di terapkan oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.
Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
bagian dari manajemen itu mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya
masing-masing. Manajemen produksi termasuk ke dalam bidang manajemen yang
mengkhususkan tujuannya. Manajemen produksi berkembang mengikuti perkembangan
konsumsi masyaakat terhadap produk yang di hasilkan.
Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat
dorongan beberapa faktor yang menunjang yaitu:
a.
Adanya pembagian kerja dan spesialisasi
b.
Revolusi industri
c. Perkembangan alat dan teknologi
d.
Perkembangan ilmu dan metode kerja
2.1.3. Proses
Produksi
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
a.
Berdasarkan
kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian:
Ø
Proses
produksi terus menerus (Continuous production)
Ø
Proses
produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
b. Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian:
Ø
Proses
ekstraktif
Ø
Proses
analitis
Ø
Proses
pengubahan
Ø
Proses
sintesis
2.1.4. Ruang
Lingkup Manajemen Produksi
a.
Perencanaan sistem produksi.
b.
Perencanaan produksi.
c.
Perencanaan lokasi produksi.
d.
Perencanaan letak fasilitas produksi.
e.
Perencanaan lingkungan kerja.
f.
Perencanaan standar produksi.
2.1.5. Fungsi
Dan Sistem Produksi
Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi adalah:
1. Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang digunakan
untuk pengolahan masukan (inputs).
2. Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa
pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode yang akan
dijalankan sehingga proses pengolahan dapat dilaksanakan secara efektif dan
efisien.
3. Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan pengorganisasian
dari kegiatan produksi dan operasi yang akan dilakukan dalam satu dasar waktu
atau tertentu.
4. Pengendalian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk menjamin
terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang direncanakan, sehingga maksud dan
tujuan untuk penggunaan dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat
dilaksanakan.
2.2.
Strategi, Manufaktur, dan Manajemen
Produksi
Secara umum, manajemen bisnis global (internasional)
meliputi dua hal yaitu kegiatan produksi dan manajemen bahan baku. Kegiatan
tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk menekan biaya penciptaan nilai dan
untuk melayani kebutuhan konsumen dengan baik (nilai tambah).
Produksi didefinisikan sebagai kegiatan mengubah
barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi sehingga dapat
menambah nilai guna barang tersebut.Produksi merupakan kegiatan yang mencakup
penciptaan suatu produk. Namun istilah produksi tidak hanya digunakan
dalam penciptaan barang saja tetapi juga digunakan dalam kegiatan jasa.
Manajemen bahan adalah kegiatan mengatur (planing,
organazing, actuating, controlling) penyebaran material fisik melalui rantai
nilai. Mulai dari usaha mendapatkan material tersebut melalui produksi
sampai pendistribusiannya. Fungsi manajemen bahan bagi pihak internal
perusahaan adalah biaya produksi yang lebih rendah dan peningkatan
kualitas produk secara simultan melalui peniadaan produk rusak atau cacat baik
dari rantai supplay dan proses pabrikasi.
Perusahaan yang mengembangkan kontrol kualitasnya
dapat mengurangi biaya penciptaan nilai melalui 3 cara yaitu :
1.
Memanfaatkan waktu seefektif dan
seefisien mungkin dalam memproduksi barang sehingga tidak terdapat produk yang
kurang berkualitas dan tidak dapat dijual.
2.
Meningkatkan kualitas produk dengan
menekan biaya pekerjaan ulang (rework) dan biaya tambahan (scrap costs).
3.
Meminimalkan biaya jaminan dan biaya
pekerjaan ulang untuk mendapatkan kualitas produk yang lebih baik.
Teknik manajemen utama yang digunakan perusahaan untuk
meningkatkan kualitas produk mereka adalah Total Quality Management
(TQM). Fokus inti TQM adalah pada kebutuhan untuk mengembangkan kualitas
produk dan jasa perusahaan. Menurut Fandy Tjiptono (2000:23) pengertian TQM
adalah suatu pendekatan dalam menjalankan bisnis yang berupaya untuk
memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas
produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya. Terdapat 10 unsur dari TQM
tersebut yaitu:
1.
Fokus pada pelanggan
2.
Memiliki obsesi yang tinggi terhadap
kualitas
3.
Penggunaan pendekatan alamiah
4. Memiliki komitmen jangka panjang
5.
Pembentukan tim kerja
6.
Penyempurnaan kualitas secara
berkesinambungan
7.
Pendidikan dan pelatihan
8.
Kebebasan yang terkendali
9.
Kesatuan tujuan
10. Adanya keterlibatan dan pemberdayaan
karyawan
Selain itu, terdapat beberapa persyaratan dalam TQM,
yaitu:
1.
Komitmen dari manajemen puncak
2.
Adanya stering committee (SC) dari
seluruh bagian organisasi
3.
Perencanaan dan publikasi
4.
Pembentukan infrastruktur yang
mendukung penyebarluasan dan perbaikan berkesinambungan
2.2.1. JIT (just
in time)
Adalah suatu sistem yang seimbang dimana terdapat
sedikit atau tidak ada barang setengah jadi atau dan barang jadi yang tertunda
dan menganggur. Yaitu dengan mengefisiensikan biaya penyimpanan bahan. Dengan
mendatangkan bahan tersebut tepat pada saat bahan tersebut dibutuhkan dan bukan
sebelumnya.
Produk yang dihasilkan tepat pada waktu dan dalam
jumlah yang diminta atau dibutuhkan oleh konsumen. Apabila terdapat bahan yang
cacat pada bahan yang masuk akan dapat segera dideteksi. Sehingga JIT dapat
meningkatkan kualitas produk dan kerusakan pada bahan dapat diminimalisir.
Namun, sistem JIT ini memiliki kelemahan, yaitu perusahaan
tidak memiliki persediaan bahan, sehingga akan sulit bagi perusahaan apabila
terjadi hambatan-hambatan dalam proses produksi atau saat terjadi lonjakan
permintaan. Solusinya yaitu perusahaan harus memiliki beberapa pemasok bahan
yang dibutuhkan.
Selain pengurangan biaya dan peningkatan kualitas, ada
dua sasaran yang penting dalam bisnis internasional yaitu:
1.
Pabrikasi dan manajemen bahan harus
dapat menghimpun permintaan dari respon lokal. Permintaan lokal meningkat dari
adanya perbedaan nasional dalam cita rasa dan preferensi infrastruktur, saluran
distribusi dan permintaan pemerintah. Permintaan untuk merespon kebutuhan
lokalmenciptakan penekanan untuk mendesentralisasikan kegiatan produksi ke
pasar nasional atau regional utama tempat perusahaan melakukan bisnis.
2.
Pabrikasi dan manajemen bahan harus
dapat memberikan respon yang cepat terhadap perubahan permintaan konsumen.
Persaingan berdasarkan waktu telah menjadi semakin penting. Dengan kata lain,
ketika permintaan konsumen cenderung meningkat dan perubahan tidak dapat
diramalkan, perusahaan yang dapat beradaptasi dengan cepat terhadap
perubahan-perubahan ini akan memperoleh keuntungan.
2.3
Menentukan Letak Lokasi Bisnis
Letak lokasi bisnis menjadi salah satu syarat penting
dalam menentukan sukses tidaknya suatu perusahaan tersebut didirikan serta
untuk mencapai tujuan ganda yaitu meminimalisasi biaya dan mengembangkan
kualitas produk. Dalam menentukan letak lokasi bisnis perlu diperhatikan
beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Faktor Negara
Faktor Negara merupakan salah satu faktor penting
dalam menentukan letak lokasi bisnis. Kondisi politik, ekonomi,
budaya dan biaya faktor relatif berbeda dari suatu Negara dengan
Negara lain. Suatu Negara pasti memiliki keunggulan komparatif yang
menyebabkan biaya faktor relatif bebeda-beda.Sedangkan perbedaan
politik, ekonomi, dan budaya nasional memperngaruhi keuntungan, biaya dan
risiko untuk melakukan bisnis di suatu Negara.
Faktor Negara yang lain berkenaan dengan keputusan lokasi
yaitu mencakup adanya hambatan dari suatu Negara yang akan dijadikan tempat
bisnis tentang peraturan berinvestasi di Negara tersebut. Walaupun biaya faktor
relatif lebih rendah namun dengan adanya keputusan larangan investasi
memungkinkan dapat menghapus pilihan tersebut.
Faktor Negara lain adalah tingkat pertukatan uang
asing yang relatif berubah-ubah.perubahan yang berlawanan dalam tingkat
perubahan dengan cepat tersebut dapat mengubah daya tarik suatu Negara yang
akan mengadakan suatu bisnis di Negara tersbut. Apresiasi mata uang dapat
mengubah suatu lokasi dengan biaya rendah menjadi lokasi dengan biaya tinggi.
2. Faktor Teknologi
Teknologi yang menjadi perhatian penting adalah
teknologi yang melaksanakan aktivitas-aktivitas pabrikasi khusus (manufacturing
technology). Tipe teknologi yang digunakan sebuah perusahaan dalam
pabriknya dapat menjadi sangat penting dalam keputusan lokasinya. Terdapat tiga
karakteristik faktor teknologi adalah:
a.
Biaya tetap
Biaya tetap untuk mendirikan pabrik sangat tinggi,
dimana suatu perusahaan harus melayani pasar dunia dari satu lokasi tunggal
atau dari lokasi yang sangat sedikit.Biaya tetap yang relatif rendahsuatu saat
dapat berubah menjadi biaya yang cukup ekonomis untuk melaksanakan aktivitas
tertentu di beberapa lokasi.Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menampung
permintaan dari respon lokal dengan lebih baik.Pabrik yang berada di banyak
lokasi juga dapat membantu perusahaan menghindari risiko ketergantungan pada
satu lokasi. Tergantung terhadap satu lokasi akan memberikan dampak negatif
terhadap perusahaan tersebut.
b.
Skala efisien minimum
Konsep skala ekonomi menerangkan bahwa bila output
dari pabrik bertambah maka unit-unit biaya akan berkurang. Alasan terhadap
hubungan ini mencakup pemanfaatan yang lebih optimal dari peralatan modal dan
perolehan produktivitas yang muncul melalaui spesialisasi yang lebih banyak
dari pekerjaan dalam suatu perusahaan. Tingkat output yang berada pada tingkat
skala ekonomi yang terrendah menunjukkan skala efisien minimum dari output. Hal
ini merupakan skala output suatu pabrik yang harus diopersikan pada semua
tingkat pabrik utama untuk merealisasikan skala ekonomi.
Konsep ini menunjukkan bahwa skala efisien minimum
yang lebih besar dari suatu pabrik, merupakan pernyataan yang mendukung
pada pemusatan produksi di satu lokasi atau sejumlah lokasi yang terbatas.
Ketika skala efisien minimum dari suatu produksi rendah, maka kemungkinan biaya
akan menjadi ekonomis bagi pabrik yang berada dibeberapa lokasi.
Dalam hal ini, terdapat keuntungan-keuntungan yang
diperoleh bagi perusahaan untuk menghimpun permintaan yang lebih baik bagi
respon lokal atau untuk membatasi dalam upaya melawan risiko mata uang dengna
memproduksi produk yang sama di beberapa lokasi.
c.
Flexible manufacturing (lean
production)
Fleksibel manufacturing merupakan suatu susunan yang
dirancang untuk:
Ø
Mengurangi
waktu penanganan perlengkapan yang kompleks
Ø
Menciptakan
pemanfaatan mesin secara individual melalui penjadwalan yang lebih baik
Ø
Meningkatkan kontrol
kualitas disetiap tahap pabrikasi
Teknologi produksi yang fleksibel menjadikan
perusahaan dapat menghasilkan produk akhir dengan keragaman yang lebih banyak
pada tingkat unit-unit biaya yang pada suatu waktu hanya dapat dicapai melalui
produksi massa dari output yang didesentralisasi.
Teknologi dalam suatu perusahaan dapat membantu
perusahaan tersebut untuk menciptakan respon konsumennya. Teknologi yang
fleksibel dalam bisnis internasional juga dapat membantu perusahaan
menyeragamkan produknya untuk pasar nasional dan internasionala yang
berbeda-beda
Faktor teknologi dapat mendukung kebijakan ekonomi
perusahaan untuk memusatkan fasilitas menufakturing pada pilihan lokasi.
Kebijakan tesebut sesuaidan benar apabila:
Ø
Biaya-biaya
tetap besar
Ø
Skala
efisiensi minimum dari produksi tinggi
Ø
Teknologi
manufacturing yang fleksibel tersedia
Hal tersebut sering kali benar bila terdapat perbedaan
cita rasa dan preferensi konsumen dalam pasar-pasar nasional tersebut, selama
teknologi mnaufakturing yang fleksibel mendukung perusahaan untuk menyeragamkan
produk di Negara yang berbeda-beda pada fasilitas tunggal. Kebijakan untuk
memusatkan produksi di satu atau sedikit lokasi tidak dapat dipaksa apabila:
Ø
Biaya-biaya
tetap rendah
Ø
Skala
efisiensi minimum dari produksi rendah
Ø
Teknologi
manufacturing yang fleksibel tidak tersedia
Selain ketiga karakteristik teknologi manufaktur yang
telah dibahas di atas, faktor teknologi yang lainnya juga perlu mendapat
perhatian, diantaranya adalah peranan teknologi dalam keunggulan bersaing
sebagaimana dikemukakan oleh Porter (1994:177) bahwa “teknologi berpengaruh
pada keunggulan bersaing jika memiliki peran signifikan dalam menentukan posisi
biaya relatif atau differensiasi relatif.Karena teknologi terwujud dalam setiap
aktivitas nialai dan berperan dalam mewujudkan keterkaitan di antara berbagai
aktivitas, maka teknologi dapat memiliki pengaruh besar tehadap biaya atau
diferensiasi, jika berpengaruh pada faktor penentu biaya atau faktor penentu
keunikan aktifitas nilai.
3.
Faktor produk
Terdapat dua ciri produk yang dapat mempengaruhi
keputusan lokasi, yaitu:
a.
Rasio antara nilai dan berat produk,
karena hal ini berpengaruh dalam bidang transportasi. Banyak komponen-komponen
elektronik yang memiliki rasio antara nilai dengan berat produk yang tinggi,
mahal dan tidak terlalu berat. Dengan demikian, sekalipun komponen-komponen
elektronik tersebut dibentuk separuh jalan di seluruh dunia. Biaya transportasi
diperhitungkan dengan presentasi yang sangat kecil dari total biaya secara
keseluruhan. Berkaitan dengan hal ini, maka yang lainnya akan menjadi sama,
terdapat penekanan yang kaut terhadap pabrik produk-produk tersebut pada loksai
yang optimal dan untuk melayani pasar dunia dari lokasi tersebut.
Penanganan produk yang berbeda yaitu rasio antara
nilai dengan berat produk yang rendah.Produk tersebut relatif tidak terlalu
mahal dan berat. Bila produk-produk tersebut dibentuk di beberapa tempat maka
biaya transportasi diperhitungkan dengan presentasi yang besar dari total biaya
keseluruhan. Maka produk lainnya akan sama, dimana terdapat penekanan yang kaut
terhadap pabrik. Produk-produk ini terdapat di beberapa lokasi yang dekat
dengan pasar utama untuk mengurangi biaya transportasi.
b.
Produk yang melayani kebutuhan-kebutuha
universal (kebutuhan yang sama di dunia). Sepanjang terdapat sedikit perbedaan
nasional dalam citarasa dan preferensi konsumen untuk berbagai macam produk,
maka kebutuhan untuk respon lokal akan berkurang. Maka hal ini akan
meningkatkan daya tarik untuk menempatkan pabrik atau perusahaan pada suatu
lokasi yang optimal.
2.4.
Menempatkan Fasilitas pabrik
Terdapat dua strategi dalam penempatan fasilitas
produksi, yaitu memusatkan fasilitas-fasilitas produksi tersebut pada lokasi
yang optimal dan melayani pasar dunia, dan mendesentralisasikan
fasilitas-fasilitas produksi tersebut pada wilayah atau lokasi nasional yang
berragam yang dekat dengan pasar utama.Pilihan strategi yang tepat ditentukan
oleh faktor keragaman, Negara, teknologi dan produk.
Pemusatan pabrikasi sesuai jika:
a.
Perbedaan dalam biaya-biaya faktor
politik ekonomi dan budaya memberikan pengaruh besar pada biaya-biaya produksi
di berbagai Negara.
b. Hambatan perdagangan rendah.
c. Tingkat pertukaran diharapkan akan relatif stabil.
d.
Teknologi produksi mengandung biaya
tetap yang tinggi atau skala efisien minimum yang tinggi serta keberadaan
teknologi produksi yang fleksibel.
e. Ratio value to weight produk yang tinggi.
f. Produk yang melayani kebutuhan-kebutuhan
universal.
Desentralisasi produksi sesuai jika:
a)
Perbedaan antara Negara dalam
biaya-biaya faktor politik ekonomi dan budaya tidak membawa pengaruh
besar pada biaya produksi di berragam Negara.
b) Hambatan
perdagangan tinggi.
c) Tingkat pertukaran yang diharapkan berubah.
d)
Teknologi produksi mengandung biaya
tetap yang rendah, dan teknologi produksi yang fleksibel
e) Ratio value to weight produk yang rendah.
f)
Produk tidak melayani kebutuhan
universal, Karena perbedaan yang signifikan dalam cita rasa dan preferensi
konsumen berada di Negara-negara.
2.5.
Manajemen Operasi dan Lingkungannya
2.5.1. Pentingnya
Manajemen operasi
Alasan pertama pentingnya mempelajari manajemen
poduksi adalah topik-topik yang dipelajari dalam manajemen produksi
berkaitan dengan desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran
organisasi-organisasi. Semua organsasi ada untukmemenuhi permintaaan tersebut.
Dengan pemahaman dasar tentang apa yang dilakukanuntukmengembangkan dan
mengoperasikan sistem-sistem produksi, para manajer pemasaran dapat
melayani pasar dan mengelola tenaga penjualan mereka dengan secara lebih baik
bila mereka memahami kemampuan dan keterbatasan sistem permintaan-penawaran
total mereka, pengenalan produk baru, dan kemampuan produk baru. Manajer
keuangan dapat merencanakan ekspansi kapasitas dan akan dapat memahami
tujuan-tujna persediaan ssecara lebih baik.
Para akuntan mementingkan ini untuk memberi
informasi akuntansi biaya,rasio-rasio pemanfaatan kapasitas, penilaian persediaan,
dan informasi lain untuk pengawasan. Para manjer personlia juga dapat
memperoleh suatu pengetahuan tentang kompleksitas desain pekerjaan,fungsi-fungi
yang dilaksanakan manajer produksi, serta keterampilan-keterampilan yanga
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka.
Alasan kedua pentingnya mempelajari manajemen operasi
adalah bahwa sekitar 70 persen aktiva –aktiva dalamberbagai organisasi
manufacturing dan pemrosesan adalah berbentuk p ersediaan-persediaan,pabrik dan
peralatan yang secara langsung atau tidak langsung berada di bawah pengawasan
para manajer produksi atau operasi manajer, manajer bahan,manajer peralihan,
dan para penyelia produksi yang semuanya merupakan anggota organisasi manjemen
operasi dan produksi.
Alasan ketiga adalah untuk meperoleh pengetahuan
tentanng berbagai macam tekanan yang dihadapi manajer sebagai usaha mereka
untuk melaksanakan tanggung jawab sosial perusahan terhadap masyarakat. Para
manajer produksi dan operasi harus memenuhi keinginan pemilik, sebagai pemegang
saham perusahaan atau anggota legislatif. Tetai, di lain sisi mereka harus
beroperasi dalam sistem sosial dan mempinyai kewajiban-ewajiban terhadap
masyarakat.
Alasan terakhir untuk mempelajari manajemen produksi
atau operasi adalah bahwa ada kesempatan pekerjaan dan karir yang cerah bagi
individu kreatif ang berminat terjun dalamkarier profesional di bidang
manajemen produksi atau operasi dan manjemen pelatihan.
2.5.2. Hubungan
fungsi produksi dan lingkungannya
Pesanan-pesanan diterima oleh departeman penjualan
yang merupakan bagian fungsi pemasaran; bahan mentah dan suplies didapatkan
melalui fungsi pembelain; modal untuk pembelian berbagai pealatan datang dari
fungsi keuangan; tenaga kerja diperoleh melalu fungsi personalia; dan produk
dikirim oleh fungsi distribusi. Penyanggan fungsi produksi daripengaruh
lingkungan secar langsung diperlakukan untuk alasan diantaranya interaksi
dengan unsur-unsur lingkungan, proses transformasi tekologi yang lebih efisien
dariada proses yang diperlukan dalam pengadaan masukan dan penjualan produk
akhir, keterampilan manajerial yang diperlukan untuk keberehasilan operasi
proses transformasi sering berbeda dengan yang diperlukan untuk keberehasilan
operasi pemasaran, personalia, atau keuangan.
2.5.3. Organisasi
Formal Fungsi Produksi
Pengorganisasian fungsi produksi merupakan proses
penyusun struktur organisasi departemen produksi yang sesuai dengan
tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliknya, danlingkungan yang
melingkupinya.
2.6.
Pembuatan Keputusan Dalam Produksi/Operasi
Pembuatan keputusan merupakan elemen penting manajemen
operasi dan produksi. Pembuatan keputusan dapat dioandang dari berbagai
perspektif yang berbeda. Pembuatan keputusan merupakan keseluruhan proses
pencapaian suatu keputusan dari idetifikasi awal melalui pengembangan dan
penilaian alternatif-alternatif sampai pemilihannya.
Proses pembuatan keputusan diawali
dengan perumusan masalah yang dilakukan dengan menguji hubungan
sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan yang paling penting adalah
berkonsultasi dengan pihak lain. Selanjutnya pengembangan
alternatif-alternatif dengan mengumpulkan dananalisa data yang relavan.
Dari dat tersebut ditentukan alternatif dikembangkan sebelum diambil suatu
keputusan.
Setelah dikembangkannya alternatif maka langkah
selanjutnya adalah evaluasi alternatif- alternatif yang tergantung
pada kriteria pemilihan keputusan yang tepat. Evaluasi alternatif dipermudah
dengan penggunaan model-model matematik formal. Ini memungkinkanpembut
keputusan untuk mengkuantufikasikan kriteria dan batasan-batasan serta
mengevaluasi berbagai alternatif berdasarkan kerangka model. Pemilihan
alternatif dilakukan untuk mengevaluasi alternatif-alternatif untuk
mempermudah alternatif yang tinggi. Alternatif yang terpilih sering hanya berdasarkan
jumlah informasi terbatas yang tersedia bagi manajer dan ketidaksempurnaan
keputusan manajer. Pilihan alternatif terbaik pun sering merupakan
kompromberbagai faktor yang dipertimbangkan.
Implementasi keputusan. Suatu keputusan belum
selesai sebelum diterapkan dalam praktek. Langkah ini sama krusialnya dengan
proses pembuatan keputusan secar keselururuhan. Pemahaman akan perubahan
organisasionaladalah kunci sukses implementasi. Implementasi tidak sekedar
menyangkut pemberian perintah, naun dalam hal ini manajer harus menetapkan
jadwal kegiatan atau anggaran, mengadakan den mengalokasikan sumberdaya yang
diperlukanserta melimpahkan wewenang dan tanggungjawab tertentu.
2.7.
Alasan Perusahaan Menjadi Global
Dalam situasi dan kondisi yang semakin berkembang,
maka banyak perusahaan yang membuat keputusan untuk mengembangkan bisnis ke
dunia internasional.Ada beberapa alsan yang mendasari perusahaan menjadi
global. Diantaranya adalah sebagai berikut :
1.
Efisiensi
biaya
Banyak cara yang telah dilakuakn oleh perusahaan yang
beroperasi secara global atau secara internasional untuk dapat mengurangi
berbagai biaya, antara lain dengan cara:
a. Pemilihan lokasi yang menyediakan biaya
tenaga kerja rendah
b. Pemanfaatan adanya kesepakatan
perdagangan yang berdampak pada kemajuan perusahaan
2. Perbaikan
manajemen rantai pasokan
Dengan menempatkan fasilitas di suatu Negara dimana
sumberdaya tertentu berada, maka pengelolaan manajemen rantai pasokan dapat
lebih terjamin.
3. Pemberian
produk yang lebih baik
Karena karakteristik produk yang diinginkan konsumen
sangat bervariasi dan ditentukan oleh masing-masing lokasi maka banyak
perusahaan yang beroperasi secara internasional menempatkan diri di suatu
Negara tertentu dimaka produk perusahaan tersebut dipasarkan, misalnya
disesuaikan dengan budaya yang berlaku.
4. Menarik
pasar baru
Perusahaan yang wilayah pemasarannya di dalam negeri
sudah terbatas, maka dapat memanfaatkan pasar luar negeri yang masih terbuka
untuk digunakan sebagai tempat usaha dengan memperhatikan berbagai aspek.
BAB III
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
Pentingnya mempelajari manajemen poduksi adalah
topik-topik yang dipelajari dalam manajemen produksi berkaitan dengan
desain, operasi dan pengawasan sisi penawaran organisasi-organisasi. Proses
pembuatan keputusan diawali dengan perumusan masalah yang dilakukan
dengan menguji hubungan sebab-akibat, mencari penyimpangan-penyimpangan, dan
yang paling penting adalah berkonsultasi dengan pihak lain.
Dapat disimpulkan, tanpa adanya perencanaan yang matang,
pengaturan yang bagus serta pengawasan akan mengakibatkan jeleknya hasil
produksi. Di samping hasil produksi yang harus bagus kwalitasnya juga harus di
pikirkan pula agar jangan sampai terjadi hasil produksi bagus tapi ongkos yang
diperlukan untuk keperluan itu terlalu besar. Biaya produksi yang terlalu
tinggi akan berakibat harga pokok produksinya menjadi besar dan hal ini akan
mengakibatkan tingginya harga jual produk, sehingga akan tidak terjangkau oleh
konsumen. Inilah yang merupakan tugas dari bagian produksi. Tugas-tugas
tersebut akan dapat terlaksana dengan baik dengan mengacu pada pedoman kerja
tertentu. Pedoman kerja yang harus menjadi arah kerja bagi bagian produksi.
3.2.
Saran
Dalam pembuatan makalah ini mungkin masih terdapat
beberapa kesalahan baik dari isi dan cara penulisan. Untuk itu kami sebagai
penulis mohon maaf apabila pembaca merasa kurang puas dengan hasil yang kami
sajikan, dan kritik beserta saran juga kami harapkan agar dapat menambah
wawasan untuk memperbaiki penulisan makalah kami.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad
Husni Mubarok, M.M. Pengantar Bisnis. Kudus:Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri(STAIN). 2010
http://nurrahmanarif.wordpress.com/2008/11/12/manajemen-operasi
Syukron Jazila Syukri,,,
Semoga Bermanfaat. Amiin

Komentar
Posting Komentar