Makalah Manajemen dan Proses Produksi SMK
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan
kepada tuhan yang maha kuasa, karena berkat limpahan ranmat dan hidayah-Nya
kepada kami semua. Makalah ini dapat diselesaikan sesuai dengan waktunya yang
diharapkan makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Pelajaran manajemen dan
Proses produksi
Dalam penulisan makalah ini pembuat
menyadari masih banyak kesalahan yang perlu di perbaiki besama, untuk itu
kritik dan sarannya perlu untuk disampaikan kepada kami. Agar penulisan makalah
selanjutnya akan lebih baik dan sekaligus sebagai upaya perbaikan dan
penyempurnaan dimasa yang akan datang. akhirnya kurang dan lebihnya kami
ucapkan banyak terima kasih, penulis berharap makalah ini bermanfaat bagi
penulis sendiri lebih-lebih kepada seluruh pembaca pada umumnya.
Mukti Karya, 20 November 2017
Penyusun,
|
1. Lukiyanto
|
2. Trisantoso
|
3. Sela Saputri
|
|
4. Fitriyanti
|
5. Melinda Yunia
|
6. Rizki Puspita.S
|
DAFTAR ISI
Katapengantar
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB IPENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Manajemen Produksi
Atau operasi
2.2 Sistem Produksi/Operas
2.3 Penentuan Lokasi Perusahaan
2.4 Pengaturan Proses Produksi Atau Operasi
2.5 Rancangan Pabrik Dan Sistem Produksi
2.6 Perencanaan Jumlah Produksi Dan Penentuan Standar
2.7 Pengelolaan Dalam Kegiatan Operasi
2.8 Pengawasan Kegiatan Produksi
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Seperti di ketahui manajemen pada dasarnya merupakan
proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan perencanaan pengorganisasian
pengarahan dan pengendalian yang dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi.
Sejalan dengan itu maka manajemen produksi atau operasi merupakan proses
pengambilan keputusan didalam usaha untuk menghasilkan barang atau jasa
sehingga tepat sasaran yang berupa tepat waktu, tepat mutu, tepat jumlah dengan
biaya yang efisien, oleh karena itu manajemen produksi atau operasi mengkaji
pengambilan keputusan dalam fungsi produksi, atau operasi.
Melalui kegiatan produksi atau operasi
segala sumber daya masukkan perusahaan diintegrasikan untuk menghasilkan
keluaran yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan dapat berupa barang
jadi, barang setengah jadi dan jasa. Oleh karena itu, kegiatan produksi atau
operasi menjadi salah satu fungsi utama perusahaan.
Dalam penyusunan makalah ini penulis
memiliiki maksud dan tujuan. Adapun maksud penulis adalah untuk memenuhi tugas
mata kuliah Pengantar Bisnis. Sedangkan tujuannya, penulis berharap agar
makalah ini bisa memberikan sedikit ilmu pengetahuan mengenai Manajemen
Produksi atau Operasi kepada para pembaca.
1.2 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengertian Manajemen Produksii?
2. Bagaimana Sistem Produksi?
3. Bagaimana penentuan lokasi
perusahaan/produksi?
4. Bagaimana pengaturan proses produksi/operasi?
5. Bagaimana rancangan pabrik dan sistem
produksi?
6. Bagaimana perencanaan produksi dan
penentuan standar?
7. Bagaimana pengelolaan dalam kegiatan
operasi?
8. Bagaimana pengawasan kegiatan produksi?
1.3 TUJUAN
1. Mengetahui pengertian Manajemen
2. Mengetahui Sistem Produksi/Operasi
3. Mengetahui penentuan lokasi
perusahaan/produksi
4. Mengetahui pengaturan proses produksi
5. Mengetahui perencanaan produksi dan
penentuan standar
6. Mengetahui pengelolaan dalam kegiatan
operasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI ATAU OPERASI
Manajemen Produksi adalah salah satu cabang
manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah
kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat
keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Manajemen operasi adalah suatu proses yang
berkesinambungan dan efektif menggunakan fungsi manajemen dan untuk
mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai
tujuan.
Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan, pelaksanaan, pengawasan.
v
Tahap Perencanaan, meliputi ; Penentuan strategi operasi; penentuan lokasi pabrik; Riset dan
pengembangan produk; penentuan jumlah produk; penentuan luas dan pola
produksi;penyusunan layout & job design; serta penentuan standar kerja.
v
Tahap Pelaksanaan, meliputi ; pengaturan bahan baku; pengturan proses produksi; pemeliharaan
dan penggantian fasilitas; perbaikan lingkungan kerja; dan perbaikan
kesejahteraan pekerja.
v
Tahap Pengawasan, meliputi ; pengawasan kuantitas ; pengawasan kualitas; dan pengawasan
biaya produksi dan operasi.
Dalam perencanaan, manajer operasi
menentukan tujuan subsistem operasi dari organisasi dan mengembangkan program,
kebijakan dan prosedur penentuan peranan dan focus dari operasi termasuk
perencanaan produk, perencanaan fasilitas dan perencanaan penggunaan sumber
daya produksi.
Dengan demikian, Manajemen Produksi atau
Operasi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses
produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.
2.2 SISTEM PRODUKSI/OPERASI
Sistem operasi merupakan sistem yang
mengacu pada sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa. Gambaran
sistem ini tidak hanya menjadi pijakan untuk definisi jasa dan manufaktur
sebagai sistem transformasi, tetapi juga dasar yang kuat untuk rancangan dan
analisis operasi.
Dalam sistem operasi, yang menjadi masukan
adalah energi, material, tenaga kerja, modal dan informasi. Sedangkan sistem
operasi yang disandarkan pada kendali syari’at akan memastikan berjalannya
proses transformasi yang amanah, disamping jaminan halal atas segala masukan
yang digunakan serta semua keluaran yang dihasilkan.
Lingkungan eksternal mempengaruhi ketiga
subsistem manajemen operasi. Sebagai contoh, lingkungan eksternal menyediakan
tenaga kerja, bahan mentah yang menjadi input. Perubahan teknologi dapat
mengubah proses transformasi. Produk yang dihasilkan oleh organisasi dilempar
kelingkungan eksternal, tetapi lingkungan eksternal juga mempengaruhi output
yang dihasilkan. Sebagai contoh, perubahan preferensi konsumen akan mengubah
produk yang dihasilkan organisasi menjadi produk yang lebih sesuai dengan
preferensi konsumen tersebut. Alat dan metode dapat mempengaruhi dan membantu
proses transformasi.
2.3 PENENTUAN LOKASI PERUSAHAAN
Terdapat 2 kriteria dalam menentukan lokasi
produksi:
Kriteria subyektif, keputusan lokasi
produksi berdasarkan pertimbangan subyektif pemilik perusahaan dimana keputusan
subyektif ini akan sangat membantu tercapainya keberhasilan dalam bisnis
sekiranya keputusan subyektif ini didukung oleh berbagai faktor yang memperkuat
keputusan subjektif.
Kriteria obyektif, mempertimbangkan
berbagai faktor yang akan mendukung tercapainya keberhasilan. Seperti regulasi
pemerintah seputar bisnis yang dijalankan, budaya masyarakat, akses terhadap
pasar dan pemasok, tingkat persaingan, akses transportasi dan lain-lain.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Lokasi Kerja:
1) Biaya ruang kerja
Biaya untuk membeli ruang kerja dapat
berbeda dari satu lokasi ke lokasi lain tergantung dari letak tanah.
2) Ketersediaan dan biaya tenaga kerja
Perusahaa dapat memilih lokasi dimana
terdapat banyak tenaga kerja dengan keahlian khusus yang diperlukan. Biaya
tenaga kerja sangat bervariasi tergantung dari lokasi perusahaan.
3) Insentif pajak
Insentif pajak diberikan untuk menambah
lapangan kerja dan memperbaiki kondisi ekonomi di daerah-daerah yang menawarkan
kridit pajak.
4) Sumber permintaan
Biaya trasportasi dan jasa produk dapat
dikurangi dengan memproduksi di lokasi yang dekat sumber permintaan dari
konsumen.
5) Akses trasportasi
Perusahaan lebih memilih lokasi dekat
sumber utama transportasi agar para konsumen lebih mudah mengakses perusahaan.
dalam menentukan lokasi bisnis manufaktur
dan jasa ada beberapa cara antara lain.
Lokasi bisnis
Manufaktur (penghasil barang)
Model-model penghitungannya:
v
Dengan penghitungan biaya angkut dan jarak yang paling rendah
Contoh: perusahaan konveksi, lebih memilih
lokasi didaerah kudus yang dekat dengan pasar kliwon, untuk memasarkan
produknya, bahan bakunya pun didaerah kudus banyak tersedia.
v
Metode perbandingan biaya operasi
Memilih beberapa alternatif lokasi,
kemudian diperbandingkan dan dipilih alternatif lokasi dengan biaya operasi
paling rendah.
v
Dengan pendekatan kualitatif
Contoh: pabrik semen dan minyak, memilih
lokasi yang dekat dengan bahan baku.
Lokasi bisnis jasa
Bisnis jasa lebih diprioritaskan yang
lokasinya setrategis, karena tidak ada biaya angkut.
Namun bisnis jasa yang mendatangi konsumen
seperti jasa sedot WC, tidak perlu strategis yang terpenting adalah sarana
komunikasinya kepada konsumen, cukup dengan menempel nomor telephon.
2.4 PENGATURAN
PROSES PRODUKSI ATAU OPERASI
Keputusan mengenai proses produksi menjadi
keputusan yang penting dalam melakukan desain sistem produksi. Proses produksi
diatur sesuai dengan keinginan dan keadaan prusahaan,dengan memilih dari
berbagai alternatif proses produksi sebagai berikut:
a. Secara umum,terdapat dua jenis proses produksi :
Pertama,sistem Produksi Intermiten
Sistem prosuksi dimana pengelolaan kegiatan
produksi bersifat tidak terus menerus, berkelanjutan dan menggunakan pola mulai
selesai. Artinya,kepastian mengenai kapan memulai proses produksi dan
kapan menyelesaikan proses produksi jelas. Terdapaat dua jenis pola produksi yang
menggunakan sistem intermiten :
1.
Produksi massal ( mass production)
Umumnya berlaku pada prusahaan manufaktur.
Dilakukan melalui standar produksi tertentu, prosedur tertentu dan jumlah unit
produk tertentu yang secara rutin diproduksi.
2. Pilihan masal (mass customization)
Bahwa produk yang dihasilkan oleh prusshaan
memberikasn keleluasaan kepada konsumen untuk memilih sesuai selera dan daya
beli masing-masing. Perusahaan memproduksi variasi produk yang lebih
banyak,seperti HP,Komputer.
Kedua,sistem proses produksi yang terus menerus (continous
production system)
Sistem produksi dimana pengelolaan kegiatan
produksi bersifat terus menerus dan untuk jangka waktu yang relatif panjang
kemudian disimpan dalam gudang, disalurkan ke penyalur dan dijual kepada
konsumen. Contoh perusahaan manufaktur seperti perusahaan kimia, minyak bumi
dan tambang, sedangkan perusahaan jasa seperti ttransportasi transportasi yang
terus menerus memberatkan penumpang dari terminal.
b. Proses produksi Pelayanan
1. Produksi yang standar
Proses produksi yang didasarkan pada
standar perusahaan. Standar tersebut di desain dari informasi konsumen.
Konsemen membeli sebagaimana barang yang distandardisasikan tersebut.
2. Produksi menurut pesanan
Proses produksi dilakukan untuk membuat
barang sebagaimana yang dipesan oleh konsemen. Jadi bentuknya tidak
distandardisasikan tetapi sangat bervariasi.
c. Sifat dan Teknis Produksi
Teknik produksi pada perusahaan manufaktur
ada beberapa jenis yaitu:
a) Proses Ekstraktif merupakan proses produksi
yang haanya mengambil dari alam dan sudah terjadi produksi akhir,
misalnya emas, batu bara, dan sebagainya.
b) Proses Analitis merupakan kegiatan produksi
yang memisah misahkan bahan alam menjadi produk akhir, misalnya minyak,
semen dan sebagainya.
c) Proses sintetis merupakan kegiatan produksi
dengan mencampur bahan-bahan kemudian diolah menjadi produk akhir, misalnya
makanan, minuman, dan obat-obatan.
d) Proses Pengubahan yaitu kegiatan produksi
dengan mengubah bahan baku menjadi produk akhir, misalnya elektronik.
2.5 RANCANGAN PABRIK DAN SISTEM PRODUKSI
Rancangan (Design) menunjukkan ukuran dan
struktur pabrik atau kantor.Tata Letak (Layout) adalah pengaturan mesin dan
perlengkapan didalam pabrik atau kantor. Yang dimaksud pabrik atau rumah
produksi merupakan tempat dimana kegiatan produksi dijalankan.
Keputusan mengenai desain rumah produksi
merupakan keputusan yang menyangkut bagaimana perusahaan mendesain tempat
produksi dari mulai fasilitas, pekerjaan, ruang kerja, gudang dan lain-lain.
Sebagai contoh untuk perusahaan garmen, perlu ditentukan dimana meletakkan
bahan baku, menempatkan pekerja, mesin dan menyimpan hasil akhir. Begitu juga
dalam bisnis restoran, manajer perlu menentukan dimana letak kasir,meja makan,
dapur, toilet, hingga lokasi parkir.
Rancangan sistem produksi menyangkut
bagaimana proses konversi dalam sistem produksi dilakukan. Terdapat beberapa
jenis rancangan dalam sistem produksi sebagai berikut :
a. Rancangan Produksi
Adalah rancanga sistem produksi yang
bersifat berkesinambungan dari awal hingga akhir dan mengikuti satu pola proses
produksi. Sebagai contoh, proses pembuatan kain dari kapas hingga kain jadi.
Tahapan proses pembuatan kain tersebut mulai dari bahan baku berupa kapas
disiapkan, kapas dipintal menjadi kain dalam mesin pintal, kain yang sudah jadi
melalui pembersihan, kemudian kain dan diwarnai dan dibersihkan lagi kemudian
dikeringkan, lalu kain melalui proses penggulungan kemudian digudangkan.
b. Rancangan Proses
Yaitu rancangan sitem produksi yang proses
produksinya mengikuti jenis proses yang harus dilakuakan dan tak selalu harus
mengikuti seluruh proses yang ada. Contah, proses pemariksaan kesehatann
disebuah poliklinik. Proses dimulai dari pasien datang, mendafter ke
resepsionis lalu menunggu diruang tunggu. Proses selanjutnya sangat bergantung
jasa apa yang diinginkan oleh pasien, apakah perlu kedokter anak, ahli penyakit
dalam atau pemeriksaan gigi
c. Rancangan Posisi Tetap
Adalah sistem produksi dimana produk yang
akan dibuat diletakkan disatu tempat, dan berbagai fasilitas seperti mesin,
alat produksi, dan tenaga kerjanya mengerjakan proses produksi ditempat
tersebut. Contah, pembuatan pesawat terbang, atau proses make up artis.
Keputusan mengenai rancangan dan tata letak
mempengaruhi biaya operasi secara langsung karena keputusan ini menentukan
harga sewa, mesin dan perlengkapan. Hal ini dapat berpengaruh pula pada
pengeluaran untuk bunga karena mempengaruhi jumlah pinjaman untuk memeli
properti atau mesin.
Prinsip dalam penetapan layout, agar
diperoleh : jarak angkut minimum, aliran matarian seimbang dengan kapasitas,
penggunaan ruang efektif, fleksibel untuk perubahan.
Faktor-faktor yang mempengaruhi rancangan
dan tata letak adalah karakteristik lokasi. Jika lokasi terdapat didaerah yang
harga lahannya mahal, dapat dirancang gedung tingkat tinggi agar mengurangi
biaya lahan yang dibutuhkan, Proses prosuksi. Rancangan dan tata letak akan
dipengaruhi ketiga rancangan sistem proses produksi diatas,jenis produksi.
Rancangan dan tata letak akan dipengaruhi oleh sedikit banyaknya jenis produksi
yang dihasilkan, kapasitas produksi yang diinginkan. Rancangan dan tata letak
harus mampu disesuaikan dengan penambahan atau pengurangan kapasitas jumlah
produksi yang diinginkan.
2.6 PERENCANAAN JUMLAH PRODUKSI
DAN PENENTUAN STANDAR
Perkiraan jumlah produk yang dibuat diwaktu
yang akan datang dan penentuan standar dapat dilakukan beberapa cara antara
lain :
a) Penghitungan Forecast Produksi
Forecast produksi didasarkan forecast penjualan perusahaan. Forecast
penjualan dapat dilakukan dengan metode statistik dan metode pendapatan.
Besarnya forecast produksi dirumuskan :
b) Dasar Perhitungan BEP (Unit)
BEP (Break Even Point) adalah suatu keadaan
pada titik atau jumlah penjualan itu perusahaan tidak laba dan tidak rugi yang
berarti total biaya (Total cost) sama dengan total pendapatan (total revenue).
Jumlah produk di buat harus lebih besar dari unit terjual pada BEP.
Perhitungan BEP mempunyai asumsi, bahwa : Biaya
dapat dipisah menjadi biaya tetap dan variable; Haraga jual dan biaya varibel
per unit dalam periode perhitungn selalu tetap; Semua produksi terjual habis
sehingga kuantitas penjualan sama dangan produksi.
c) Penentuan Standar Kinerja
Standar kerja yang harus ditetapkan meliputi :
Standar Kualitas
Standar mengenai kualitas barang atau jasa
yang dihasilkan, dapat dilakukan standar per atribut dari barang dan jasa.
Untuk menjamin kualitas barang perlu pengendalian mutu terpadu. Standar
kualitas ini mencakup rencana, proses produksi, monitoring dan tindak lanjut.
Standar Kuantitas
Standar mengenai jumlah barang yang harus
dibuat dalam suatu periode tertentu untuk mencapai tujuan dan pertumbuhan
perusahaan.
Standar Waktu Proses
Standar waktu yang dibutuhkan untuk proses
produksi yang normal agar diperoleh efisiensi yang maksimal.
Standar Produktivitas (Productivity
Standar mengenai rasio antara output dari proses produksi dan input yang
digunakan. Ukuran productivity dapat diukur baik secara total maupun partial
atau bagian-bagiannya. Ukuran productivity antara lain sebagai berikut:
1. Total factor Productivity, dihitung denga
membaagi Output perusahaan dengan Labor + Capital + Material + Energy input +
Businnes service.
2. Material Productivity, dihitung dengan
membagi Output dengan material.
3. Labour Productivity, dihitung dengan
membagi Output dengan jumlah Labor.
2.7 PENGELOLAAN DALAM KEGIATAN OPERASI
a. Pengaturan Bahan Baku
Pengatuaran bahan baku dilakaukan dalam
mengefesienkan biaya pemasaran dan penyimpanan yang akan dikeluarkan dalam satu
periode dengan penerapan metode EOQ (Economic Order Quantity) jika asumsinya
dapat dipenuhi. Sedangkan untuk efesiensi biaya penyimpanan ekstra (Ekstra
Carrying Cost) dan penganti bahan baku (Stoc Out Cost) dipergunakan metode ROP
(Re Order Point).
Metode EOQ dan ROP memiliki asumsi yang
sama yaitu : bahan baku selalau tersedia pada leveransir; pola produksi yang
stabil dalam perusahaan; tarif biaya pesan dan simpan selalu tepat dalam satu
periode; bahan baku yang dibeli tidak rusak akibat disimpan; perusahaan
memiliki gedang.
Juga bisa menggunakan metode JIT (just in
time) yaitu metode pengelolaan bahan baku tanpa harus memiliki gudang
penyimpanan,karena bahan baku yang dibeli dari pemasok langsung diproduksi.jika
bahan baku akan habis,levelansir selalu menyediakan dan menghantarkan sampai
lokasi tempat produksi.dalam metode ini,levalinsir tidak boleh terlambat,sebab
akan mengganggu proses produksi.
b. Keputusan Operasi
Pengambilan keputusan merupakan tema pokok
dalam operasi perusahaan.
Keputusan berkaitan dengan proses
Keputusan mengenai proses fisik berkenaan
dengan fasilitas yang akan dipakai untuk memproduksi brang dan jasa.
Keputusan berkaitan dengan kapasitas
Keputusan mengenai kapasitas diperlukan
untuk menghasilkan jumlah produk yang tepat, ditempat dan dalam waktu yang
tepat pula.
Keputusan berkaitan dengan kesediaan
Keputusan berkaitan kesediaan ini
mencangkup apa yang akan dipesan, berapa banyak, dan kapan dipesan.
Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja
Keputusan berkaitan dengan tenaga kerja
mencangkup bagaimana rekrutmen, proses seleksi diselesaikan, pelatihan dan
pengembangan, supervisi, kompensasi dan PHK.
Keputusan berkaitan dengan mutu
Keputusan yang menyangkut penentuan mutu
produk harus menjadi orientasi bersama dalam setiap proses operasi penetapan
standar, desain peralatan, pemilihan orang-orang terlatih dan pengawasan
terhadap produk yang dihasilkan.
2.8 PENGAWASAN
KEGIATAN PRODUKSI
Pengawasan dalam kegiatan produksi perlu
dilakukan yaitu: pada kegiatan perencanaan atau desainnya, proses produksinya,
monitoringnya maupun tindak lanjut dari monitoring itu. Pengawasan dilakukan
pada seluruh aspek kegiatan yang berkaitan dengan produksi, meliputi: pada
kegiatan proses produksi; pada kualitas produksi atau jasa yang dihasilkan;
pada biaya produksi/operasi yang dikeluarkan; pada tenaga keerja yang melakukan
kegiatan produksi.
a. Pembelian Bahan Baku
Para menejer melakukan tugas-tugas berikut
ketika persediaan barang. Pertama memilih pemasok bahan baku dengan
memperhatikan karekteristik seperti harga, kecepatan, kualitas, layanan dan
ketersediaan kredit. Kedua mencoba mendapatkan potongan/diskon menurut volume.
Ketiga menyerahkan produksi kepada pemasok.
b. Pengawasan Persediaan Bahan Baku
Pengawasan persediaan adalah proses
pengelola persediaan pada tingkat yang meminimkan biaya. Perencanaan kebutuhan
bahan baku adalah proses untuk menjamin bahawa bahan baku tersedia bila mana
diperlukan.
c. Routing
Roting ialah urutan (rute) tugas yang perlu
nuntuk menghasilkan sebuah produk. Bahan baku biasanya dikirimkan ke
masing-masing pos krja (work station) agar dapat dipakai sesuai spesifikasi
proses produksi. Bagian tertentu dari proses produksi diselesaikan disetiap pos
kerja. Proses routing biasanya dievaluasi secara periodik untuk menentukan
apakah bias ditingkatkan sehingga mendapat proses produksi yang lebih cepat dan
murah.
d. Penjadwalan
Penjadwalan adalah tindakan menentukan
periode waktu untuk setiap tugas dalam proses produksi. Jadwal produksi adalah
rancangan untuk timing dan volume tugas produksi. Penjadwalan dapat menunjukkan
kapan setiap tugas harus diselesaikan. Cara untuk menjadwalkan proyek khusus
adalah teknik evaluasi dan peninjauan program (program evaluation and review
technique-PERT), menjadwalkan tugas dengan cara meminimkan hambatan proses
produksi.
e. Pengawasan Kualitas
Kualitas adalah dimana derajat dimana
barang atau jasa memuaskan persyaratan atau harapan pelanggan. Pengawasan
kualitas merupakan proses untuk menentukan apakah kualitas barang atau jasa
memenuhi tingkat kualitas yang diharapkan dan mengidentifikasi perbaikan yang
perlu dilakukan pada proses produksi. Kualiatas dapat diukur dengan menilai
beberapa karakteristik yang meningkatkan kepuasan pelanggan.
Pengawasan dilakukan pada berbagai waktu
dari aktivitas produksi meliputi: pada saat menentukan desain atau rancangan
produk; pada saat perencanaan proses produksi; pada aktivitas monitoring; pada
akhir proses produksi.
Cara Pengawasan
Pengawasan Terhadap Produk
1. Dengan Sertivikasi
Sertivikasi terhadap produk dapat dilakukan
dengan mengupayakan sertifikat berdasar standart industri, asosiasi dan
sebagainya.
2. Pemeriksaan Laboratorium
Pemerikasaan laboratorium dilakukan untuk
mengendalikan kualitas produk terhadap unsur kimiawinya yang dikandung.
3. Penilaian Dari Pendapat Konsumen
Pendapat konsumen didapat dari survei
kepada konsumen dengan mengedarkan daftar pertanyaan untuk dijawab mengenai
kualitas produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan.
Pengawasan Terhadap Proses Produksi
a. Dengan Penerapan Gugus Kembali Mutu (GKM)
Proses produksi dengan membentuk gugus yang
terdiri dari tiga sampai delapan orang yang pekerjanya sejenis.
b. Perolehan Sertifikasi ISO
Sertifikat ISO diberikan kepada perusahaan
yang memenuhi standart organisasi ISO pada perencanaannya atau proses produksinya atau pengawasannya
atau pada tindak lanjutnya.
Pengawasan Terhadap Tenaga Kerja Dengan Standart Produktifitas
·
Pengawasan ini dilakukan dengan membandingkan antara kinerja para tenaga
kerja dengan standart yang ditetapkan sebelumnya.
Pengawasan Terhadap Standart Produksi
Dengan menegement control systems atau
system pengendalian manejemen. Caranya dengan selalu membandingkan antara
anggaran atau standart yang lain dengan realita pembelanjaan di bagian
produksi.
BAB III
PENUTUP
3.1. KESIMPULAN
Manajemen Produksi adalah salah satu cabang
manajemen yang kegiatannya mengatur agar dapat menciptakan dan menambah
kegunaan suatu barang dan jasa. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat
keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan
agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan.
Unsur Manajemen terdiri dari ; perencanaan,
pelaksanaan, pengawasan.
Tahap Perencanaan, meliputi ; Penentuan strategi operasi;
penentuan lokasi pabrik; Riset dan pengembangan produk; penentuan jumlah
produk; penentuan luas dan pola produksi;penyusunan layout & job design;
serta penentuan standar kerja.
Tahap Pelaksanaan, meliputi ; pengaturan bahan baku;
pengturan proses produksi; pemeliharaan dan penggantian fasilitas; perbaikan
lingkungan kerja; dan perbaikan kesejahteraan pekerja.
Tahap Pengawasan, meliputi ; pengawasan kuantitas ;
pengawasan kualitas; dan pengawasan biaya produksi dan operasi.
3.2 SARAN
Setelah mengetahui kegiatan produksi dalam
suatu perusahaan, maka penulis menyarankan dan mengajak kepada pembaca agar
dalam menjalankan suatu produksi harus tahu terlebih dahulu terhadap penentuan
standart suatu produksi sehingga barang yang di produksi bisa di awasi dalam
kegiatannya.
.
DAFTAR PUSTAKA
Muhammad Husni Mubarok, M.M. Pengantar
Bisnis. Kudus:Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri(STAIN). 2010
http://nurrahmanarif.wordpress.com/2008/11/12/manajemen-operasi
Komentar
Posting Komentar